Cara Menghitung Kenaikan Gaji Sesuai dengan Inflasi

  • Whatsapp
Inflasi

Perhitungan kenaikan gaji sesuai dengan inflasi secara kasar sebenarnya sangat mudah sekali. Contohnya dengan mengalikan take home pay dengan inflasi dalam satu tahun. Inflasi yang digunakan umumnya adalah inflasi sesuai domisili. Tetapi, ada juga yang berpatokan pada inflasi nasional.

Perhitungan gaji ini bukan semata ingin mengetahui proyeksi masa depan. Tetapi, akan berpengaruh juga jika kita ingin mengajukan pinjaman ke bank ataupun untuk kebutuhan yang lebih simpel lagi seperti pinjaman uang online yang mensyaratkan pada minimal gaji dalam sebulan.

Jika melihat dasar hukumnya, pemerintah pun tidak mengatur kenaikan gaji. Pemerintah hanya menetapkan upah minimum saja. Sehingga persentase kenaikan gaji disesuaikan dengan kesepakatan antara pemberi kerja dan penerima kerja. Hal ini akan lebih baik jika dibicarakan di awal-awal kerja agar ada kesepakatan yang jelas selain bonus, upah lembur, dan sebagainya.

Ada beberapa cara bagaimana menghitung kenaikan gaji sebagai berikut ini.

Mengalikan dengan gaji pokok saja

Ada beberapa perusahaan yang sudah menginformasikan bahwa kenaikan gaji hanya dihitung dari gaji pokok dikalikan dengan standar kenaikan inflasi setiap tahun. Misalnya jika gaji yang diterima sebesar Rp5 juta di tahun 2019, maka kenaikan gaji di tahun 2020 dengan inflasi nasional sebesar 3,6 persen artinya ada kenaikan sebesar Rp180.000.

Dilihat dari jumlahnya memang tidak signifikan, itulah sebabnya rata-rata kenaikan umumnya menggunakan persentase antara 5-10 persen setiap tahunnya berdasarkan inflasi nasional.

Mengalikan dengan take home pay bulanan

Selain mengalikan dengan gaji pokok, ada juga perusahaan yang mengalikan dengan take home pay alias uang yang sudah dipotong pajak tetapi ditambahkan dengan insentif lainnya. Hal ini untuk memberikan keuntungan lebih kepada para penerima kerja dengan kecilnya inflasi di bawah 5%.

Menggunakan inflasi daerah sesuai dengan domisili perusahaan

Selain dua indikator tersebut, ada juga yang berpatokan pada inflasi daerah. Seperti kita ketahui bahwa inflasi di Indonesia berbeda-beda. Misalnya seperti di Yogyakarta, nilai inflasinya lebih kecil daripada inflasi di Jakarta. Alasan inilah yang umumnya juga bisa dijadikan dasar kenaikan gaji mengikuti inflasi daerah.

Mengalikan sesuai dengan UMP/UMK daerah masing-masing

Bagi perusahaan seperti pabrik yang memiliki ribuan karyawan, kenaikan gaji merupakan beban biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Kenaikan Rp100 ribu saja sangat signifikan. Itulah mengapa ada yang tetap menggunakan inflasi dikalikan dengan UMP/UMK daerah masing-masing sehingga perhitungannya bisa lebih jelas dan transparan.

Memperhitungkan pajak, jaminan sosial, dan lain sebagainya

Jangan lupa juga dengan perhitungan pajak, BPJS, dan beberapa potongan lainnya. Apalagi jika ada kenaikan tarif BPJS, kenaikan gaji yang tidak seberapa bisa saja justru tidak akan terasa.

Dengan perhitungan tersebut akan lebih jelas seperti apa kenaikan gaji di sebuah perusahaan yang dipilih sebelum kamu menerima tawarannya. Mengetahui kenaikan gaji di sebuah perusahaan cukup penting karena berpengaruh juga terhadap permohonan pinjaman seperti yang ditawarkan oleh Kredivo. Semakin tinggi gaji yang dimiliki peluang untuk mendapatkan kredit limit sebesar Rp30 juta akan semakin mudah.

Kredivo sudah terdaftar secara resmi di OJK dengan nama PT FinAccel Digital Indonesia dengan nomor registrasi S-236 / NB.213 / 2018. Inilah yang membuat para pelanggan umumnya akan lebih fleksibel dalam melakukan pembelian serta merasa aman.

Kamu harus memenuhi persyaratan berikut untuk menjadi member Kredivo;

  1. Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
  2. Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  3. Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  4. Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Kredivo dikenal sejak lama sebagai kartu kredit digital untuk berbelanja di beberapa marketplace terkemuka seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, dan sebagainya. Kredit limit yang diberikan bisa mencapai Rp30 juta per nasabah.

Ada dua produk pinjaman yang ditawarkan oleh Kredivo yaitu pinjaman mini dan pinjaman jumbo. Perbedaan keduanya hanya terletak pada plafon yang diberikan. Untuk pinjaman mini plafon pinjaman minimal Rp500 ribu dan maksimal Rp1 juta. Sementara pinjaman jumbo minimal Rp1 juta dan maksimal sesuai dengan kredit limit yang didapatkan.

Pelanggan yang sudah terbiasa menggunakan Kredivo biasanya sudah memiliki aplikasinya yang bisa diunduh dari Google Play maupun App Store. Soal pendaftaran pun tergolong mudah, begitu pula halnya dengan persetujuannya.

Related posts